Archive | SEHATI community RSS feed for this section

part2_apa yang anda sajikan untuk keluarga?

23 Aug

Okay teman-teman..saatnya kita lanjutkan dengan asupan-asupan yang perlu kehati-hatian lebih dalam mengkonsumsinya. cekidot.

[7]. Trans Fat

apakah teman-taman tahu bahwa dalam sehari tubuh kita hanya bisa mengolah 2 gram lemak trans?

padahal nih ya…kudapan favorit yang biasa kita nikmati ketika nonton, seperti pop corn, mengandung lemak trans sebanyak 5 gram per 1/2 kantong :o

selain popcorn, selai kacang dan frozen convenient food (frozen pastry, cake, tart dll) juga mengandung lemak trans. selai kacang sendiri perlu lemak trans untuk melindunginya supaya tetap awet karena kacang termasuk bahan makanan yang mudah teroksidasi.

[8]. Candies

* permen tidak mengandung nutrisi dan hanya mengandung gula dan pewarna.

* permen biasanya menggunakan ‘high fructose corn syrup’ atau gula jagung. gula tipe ini sangat tidak bersahabat dengan tubuh kita karena menaikkan gula darah paling cepat. bagi yang gemar pancake juga harus berhati-hati, pasalnya mapel syrup yang digunakan dalam pancake biasanya ditambah high fructose corn syrup. hal ini dilakukan karena mapel syrup murni harganya sangat mahal.

* hati-hati juga dengan kandungan aspartame/sacarine dalam permen, mengingat rasa manis yang dihasilkan bisa 10 kali lipat dari gula biasa namun sacarine diduga bisa mengakibatkan penyakit kanker.

* xilitol dalam permen mint merupakan asam amino yang bisa memaniskan makanan

* diantara pengganti gula lainnya, stevia adalah yang terbaik diantaranya.

[9]. Lemak jenuh/santan

*lemak jenuh diduga sebagai salah satu penyebab penyempitan pembuluh darah

* kelapa adalah satu-satunya tumbuhan dengan kandungan lemak jenuh yang melebihi kandungan lemak jenuh pada hewan

lalu apa yang terjadi dengan tubuh kita sesaat setelah kita mengkonsumsi santan?

- setelah 3 jam –> aliran darah mengalami penurunan sebagai akibat kurang fleksibelnya pembuluh darah

- setelah 6 jam –> komponen HDL yang berfungsi sebagai anti radang menurun

tips: dalam masakan, gantilah santan dengan susu. *glek!!adayangtaupenggantisantanyanglainselainsusu??sayatidaksukasusu*

[10]. Energy drink *oxymoron*

FYI, hanya yang lari 80 km atau naik gunung 160 km atau trialton selama 4 jam yang mungkin mendapatkan manfaat dari energy drink. selain itu, setelah berolahraga tubuh kita membutuhkan air yang cepat diserap tubuh sedangkan gula dapat menghambat air masuk ke dalam tubuh. jadi, masih mau energy drink?hohoho

[11]. Bottled Water

Bagi yang suka ke gym, tolong perhatikan botol minuman isi ulang anda. botol dengan kode 1,2,3,6 & 7 (PC) memiliki bahaya secara kimiawi sehingga hanya untuk sekali pemakaian atau tidak untuk diisi ulang. pilihlah botol dengan kode 4,5 & 7 (SAN atau ABS) yang aman untuk isi ulang.

Bagi para ibu atau calon ibu, perhatikan beberapa tips berikut:

* pilih dan gunakan BOTOL SUSU berbahan kaca atau plastik (kode 4 & 5)

* gunakan CANGKIR BAYI berbahan stainless steel atau plastik (kode 4 & 5)

* untuk DOT, gunakan yang berbahan silikon karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada DOT berbahan latex.

* cegah penggunaan BOTOL SUSU dan CANGKIR BAYI (dengan lubang penghisapnya) yang berbahan jenis 7 PC (poly carbonate).

Okay teman teman, sekarang saatnya menakar makanan dan minuman apa yang teman sajikan untuk keluarga?sehat kah?aman kah?

dan mungkin ada baiknya mulai memikirkan hal-hal lain selain hanya meuruti rasa dan keinginan sebelum kita sampai di depan kasir:)

part1_apa yang anda sajikan untuk keluarga?

30 Jul

“sesungguhnya makanan itu tidak berbahaya. yang membuat makanan menjadi berbahaya adalah SAYA : kapan SAYA memakannya, seberapa banyak SAYA mengkonsumsinya (porsi), bagaimana SAYA mengolahnya dan seberapa sering (frekuensi) SAYA mengkonsumsinya”, kata bu Emilia E. Achmadi. beliau adalah seorang nutritionist lulusan Oklahoma University yang kemudian mengampu komunitas SEHATI.

dalam memilih makanan, seringkali kita lupa mempertimbangkan 2 hal penting, yaitu kandungan gula dan garamnya. gaya hidup masyarakat modern urban dan sub urban era ini mensyaratkan semua-semua yang serba instan, termasuk di dalamnya adalah makanan. nah masalahnya adalah makanan instan memerlukan pengolahan dan pengemasan khusus agar tetap fresh dan tahan lama sehingga layak untuk dikonsumsi. pertanyaannya adalah, proses pengolahan dan pengemasan yang seperti apa yang dipilih oleh industri makanan sehingga produknya lolos sensor NO PRESERVATIVES? jawabannya adalah dengan mempergunakan pengawet alami yang sudah terkenal keampuhannya dari jaman megalitikum, yaitu gula dan garam. BINGO!! lalu, sebanyak apakah kadarnya untuk mengawetkan semisal satu botol juice kemasan?hohoho, anda perlu membolak-balik kemasan dan membaca food labelnya. jadi….no preservatives?YES!, high sugar or high natrium?YES juga!

Nah, yang perlu diperhatikan adalah tubuh kita memiliki limit asupan gula dan garam harian yang apabila tidak dipatuhi bisa berakibat menderita penyakit tertentu, misal penyakit jantung, stroke, Syndrom X dan penyakit-penyakit degeneratif lainnya. sebagai catatan, Syndrom X adalah keadaan dimana tubuh sudah kewalahan mengolah gula. Diagnosa Syndrom X biasanya terjadi beberapa tahun sebelum dinyatakan menderita diabetes (ingat…8 dari 10 orang indonesia beresiko menderita diabetes).

Angka ideal asupan garam harian untuk orang dewasa adalah 3,7 gram (kurang lebih setengah sendok teh), sedangkan untuk anak-anak adalah 1,15 – 5,75 gram (ingat-ingat kata pak dokter dan bu dokter: jantung tidak suka asin). untuk asupan gula harian, dibagi-bagi menurut rentang umurnya:

umur 1-3 tahun   : 1300 kkal

4-6 tahun   : 1800 kkal

7-10 tahun : 2000 kkal

orang dewasa : berdasarkan kalkulasi dari tinggi badan, berat badan dan umur.

selain komposisi gula dan garam yang perlu mendapatkan perhatian lebih, Bu Emilia juga menghighlight beberapa asupan favorit yang sebaiknya kita pikirkan terlebih dahulu (kapan, seberapa banyak, porsi dan bagaimana mengolah) ketika akan mengkonsumsinya:

[1]. daging olahan (cth: sosis, bakso, burger, dll)

mengkonsumsi daging olahan 50 gram setiap hari dapat meningkatkan resiko terkena kanker usus sebesar 21%

(50 gram daging olahan ~ 1 hot dog ~ 3 bakso)

bila membeli daging (olahan) di supermarket, cek terlebih dahulu. bila dipegang terasa licin/berlendir, ada kemungkinan sudah mengandung bakteri listeria yang bisa mengakibatkan keracunan makanan.

[2]. nugget

ingat: daging yang paling mudah busuk adalah daging ayam, inilah sebabnya perlu teknik yang ‘spesial’ untuk mengolahnya untuk kemudian menjualnya ke pasaran.

1 porsi nugget (isi 5 atau 6) ~ 1 cheese burger (hati-hati dengan kandungan lemak jenuh, protein dan lemak trans nya—>semuanya adalah natural preservatives)

[3]. canned foods

meski ada standarisasi kaleng yang digunakan dalam makanan-minuman kaleng, kaleng terbaik pun tetap mengandung BPA (Bisphenol-A). Hal ini karena kaleng tersebut pasti ada pelapis plastiknya, terutama untuk makanan yang mengandung saos tomat. Dan, 1 dari 10 makanan kaleng yang ada di pasaran, kandungan BPAnya melebihi standard, nominasinya adalah:

1 dari 3 susu formula cair anak

1 dari 3 pasta (saos tomat) dan sayuran kaleng

selain itu, kandungan gula/garam/lemak trans (natural preservatives) dalam makanan-minuman kaleng cukup tinggi.

[4]. Tomato Ketchup

Percaya atau tidak, Badan POM Amerika (FDA) pernah mengajukan usulan untuk mengklasifikasikan SAOS TOMAT sebagai SAYURAN. *tanda-tandakiamatsudahdekat*

terlepas dari kontroversi tersebut, saos tomat tetaplah mengandung satu kebaikan. kenapa?karena likopen (karoten ‘tahan banting’) tidak rusak selama proses pengolahan menjadi saos tomat, sehingga beberapa orang menggunakan saos tomat sebagai terapi kanker.

[5]. French Fries {ini dia jagoannya}

inga-inga’….karbohidrat jika dipanaskan dengan suhu mencapai atau melebihi 180 derajat celcius dapat mengandung acrylamide (karsinogen). Dan, level acrylamide paling tinggi ditemukan dalam FRENCH FRIES & potato chips.

[6]. Soda

Soda kalengan yang kita nikmati sekarang ini, memang sudah lebih baik dari 15 tahun yang lalu. Dalam hal ini, kandungan gula dan garamnya sudah jauh berkurang. namun, soda masih tetap memiliki sisi jahat: mengeroposkan tulang.

Menurut Boston university & framingham study, emngkonsumsi minuman soda dapat meningkatkan kecenderungan munculnya metabolic syndrome sebanyak 50%. Nah, indikasi metabolic syndrom adalah jika nilai trigleserida dibagi dengan angka HDL, angkanya lebih dari 2.

Nah, makanan-makanan apa saja lainnya yang mendapatkan kartu kuning dari bu Emilia? teruskan membaca ke part2 yah…..:)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.