kehamilan 18 minggu

4 May

di kehamilan usia ini badan saya udah jauh lebih seger, dibuat jalan-jalan ke mal bahkan ke tanah abangpun tidak masalah. kalau mengingat ke belakang, sepertinya kondisi sekarang bisa dikatakan sebuah ketenangan dan buah perjuangan menghadapi serangan mual-muntah dan ‘serangan’ mental dari beberapa orang yang selama ini dekat dengan saya (saya sebut mereka keluarga) dan ditambah dengan kepergian Eyang Putri menghadap Sang Khalik.

dulu, saya pikir ibu hamil itu hanya akan diuji dengan mual-muntah dan ‘keinginan’ (atau yang kadang disebut sebagai ngidam) untuk mengkonsumsi yang tidak beguna atau bahkan mengganggu perkembangan sang janin. bagi saya kedua ujian itu sudah cukup berat, termasuk di dalamnya menahan diri utk tidak mengkonsumsi mie instan (yang aromanya saja sudah sangat menggoda:)) dan makanan-makanan mengandung MSG (happyt*s, chit*to, dan keripik2 kemasan lainnya) selama 9 bulan ditambah 2 tahun periode menyusui (semoga bisa terlaksana, amiiin). tapi ternyata saya salah.

boleh dikata, Alloh sedang men’tatar’ saya. hubungan keluarga yang selama ini terjaga, rusak seketika. dan untuk pertama kalinya tangis saya pecah saat saya sedang berada di kantor. teman kantor paling ujungpun jadi langsung menyerbu saya yang sedang menangis mendengar caci maki melalui telepon genggam. anehnya mendengar saya menangis seperti itupun sang empunya suara di ujung sana tetap meneruskan cercaannya. dan ini tidak cukup sekali, beberapa mingu kemudian beliau meneruskan sekuelnya.:)

sampai pada akhirnya saya mengambil sikap untuk tidak lagi menjalin tali silaturahmi. alasannya simple, untuk menghindari maksiat. tapi apadaya, beberapa minggu kemudian, nenek kami tercinta dipanggil Yang Maha Kuasa. kami pun bertemu muka tanpa bertegur sapa. tepatnya sang empunya kata-kata mutiara mengelak ketika diajak ke deretan kami untuk sekedar menjulurkan salam.

hahhhh…ya sudahlah…nasi sudah menjadi bubur, yang utama bagi saya dan coro mlumah, mignonette tidak terganggu sama sekali perkembangannya karena masalah ini. saya kasihan dengan mignonette yang baru berumur beberapa bulan tapi sudah ikut merasakan ujian ini. plus untuk menghadiri pemakaman eyang, kami harus menempuh perjalanan yang tidak singkat. kereta apipun kami pilih sebagai sarana yang ‘paling’ aman ketimbang sarana lainnya, meski kami pergi dengan bekal Dupaston 10 mg diminum 2x sehari selama 10 hari (mengingat mignonette masih dalam masa-masa rawan dan riwayat plasenta previa dari hasil checkup sebelumnya).

sekarang, saya hanya ingin fokus untuk mignonette. i’m an expectant mother. i carry a life, a gift. so, urusan yang lain2 saya anggap saya tidak tahu dan tidak mau tahu:p

kecuali urusan checkup ke dokter kandungan sore ini. penasaran nih, mignonette mau memperlihatkan jati dirinnya ga ya….mignonette sayang…bunda dan ayah penasaran neh…sore ini jangan ngumpet yah…biar bunda tau mignonette tu cewek apa cowok…jadi bunda bisa milih mulai beli celana atau rok…ya sayang….ya ya ya….

PS: klo nanti kita ketemu lewat layar, jangan lupa melambaikan tangan ke layar ya nak…:)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.