janji adalah hutang, jadi saya dedikasikan posting ini untuk membayar hutang saya kepada para follower saya *yaikssssoktenar*
hm…klo ngomongin rumah impian, dulu yang terpikir adalah…..
seunit rumah mungil, cukup satu lantai, dengan furniture dan perkakas sederhana (“furniture” nya cukup piano saja. tamu silahkan lesehan hehehe), dengan atap panel surya (jagajagakloadaoglangan) dan lengkap beserta taman dan kebun sayuran di halaman belakang.
but…the thing is…dalam hidup, kadang-kadang kita dihadapkan pada keadaan dimana kita harus memilih. and when it’s time to choose, i usually recall my guidance to prevent me from spending money foolishly. so, this time i dont have to think twice, thanks to this:
yang perlu kita lakukan, cukup memilih item2 yang masuk gradien II atau I. hindari item2 di gradien III dan IV.
rumah impian saya jelas masuk dalam gradien III *saat ini*, jadi saya harus mencari alternatif lain yang lebih baik (masuk gradien II, syukur-syukur gradien I). dan…sejalan dengan program pemerintah “pembangunan 1000 towers”, sayapun menentukan untuk memilih rusunami di kalibata. kenapa?
1. lokasi yang strategis dengan kondisi lingkungan sekitar yang cukup terjaga
jika anda berkunjung ke kawasan kalibata, anda masih akan mendapati pepohonan rindang dengan kondisi jalan yang bagus, lebar dan cukup lengang. dan lokasinya yang dekat dengan pusat jakarta, membuat saya yang punya aktivitas lain di luar kantor tidak khawatir bila harus pulang malam dan kecapekan di perjalanan. faktor lokasi ini juga mempengaruhi ketika rusunami nantinya akan disewakan (mengingat misua ada kemungkinan akan ditempatkan di luar jakarta).
2. pengembang (Agung Podomoro Group) terpercaya
tips: hati-hati dalam memilih rusunami. sebelum menentukan pilihan, ada baiknya mencari info tentang pengembang dan portofolionya di APERSSI (Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia). sekedar sharing, seorang teman memesan unit rusunami di daerah salemba, namun sampai sekarang pembangunannya tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. plus, di dalam PPJB (Perjanjian Perikatan Jual Beli- ini adalah dokumen acuan pembeli rusunami sebelum mendapatkan AJB), pengembang tidak dikenakan denda apabila tidak mampu menyelesaikan pembangunan pada saat yang telah disepakati bersama *salahsatubentukniatjahatpengembang*
selain itu, pilihlah pengembang yang menggunakan pemasaran dan penjualan inhouse. beberapa pengembang rusunami, pekerjaan pemasarannya diserahkan pada agen property. alhasil, selain harga belinya menjadi jauh lebih mahal, setelah pembeli menandatangani PPJB, ikatan dengan sang agen pun otomatis putus dan pembeli harus mencari dan menghubungi pengembang langsung bila ada dispute atau perlu konfirmasi mengenai pembayaran dll.
3. salah satu keunggulan rusunami kalibata adalah site plannya yang bagi saya seperti komplek rusunami. terdiri dari 3 tahap konstruksi, rusunami kalibata memiliki total 17 tower yang dilengkapi dengan sarana taman bermain anak2 (tahap 1), kolam renang (di tahap 3), mal (di basemen tahap 1), kolam ikan (tahap 3), lapangan tenis, kids pool, babies pool, jogging track dan masih banyak lagi. so, berbelanja, mengawasi anak bermain dan lain-lain cukup dilakukan di dalam ‘kompek’. konsep yang sangat cucok untuk keluarga kecil di area urban.
selain beberapa pertimbangan minor, ketiga pertimbangan di atas lah yang akhirnya membuat saya menjatuhkan pilihan pada Kalibata City…..
namun, seperti halnya dua sisi mata uang, rusunami khususnya Kalibata City juga punya aturan-aturan bagi penghuninya yang sering kali mengurangi daya tarik rusunami di mata calon pembeli. aturan mainnya seperti apa saja?ini dia…
1. ada tambahan biaya-biaya yang pembayarannya dilakukan di muka minimal untuk 12 bulan termasuk service charge/iuran pemeliharaan lingkungan, biaya instalasi sentralisasi gas dll sebesar Rp. 2,5 juta. biaya ini belum termasuk biaya parkir bulanan, biaya langganan tv kabel dll. gimana?lumayan kan?lumayan gedhe maksudnya, hiks
2. kegiatan renovasi tidak sebebas seperti di perumahan. pengerjaan konstruksi yang cepat mensyaratkan tembok luar jadi yang siap attach. akibatnya, treatmentnya pun berbeda dengan tembok luar di perumahan. semisal, pemasangan paku untuk curtain tidak bisa dengan cara tradisional (paku ditempel ke tembok kemudian diketuk sekeras2nya dengan menggunakan palu).
3. periode garansi kerusakan sistem yang singkat. khusus kalibata regency, pihak developer memberikan garansi 90 hari (sejak serah terima) untuk kerusakan sistem. syaratnya, jika dalam waktu 90 hari tersebut dilakukan renovasi, garansi akan hangus. yang perlu digarisbawahi adalah, mengecat juga termasuk renovasi. halah!
4. cooker hood is strictly required for each unit apartment. budget tambahan lageee….
so…bagi yang mau mengambil unit rusunami, mulailah menimbang2 positif negatifnya. tapi, bagi saya dan misua yang ga tahan commute jarak jauh rumah-kantor tiap hari, memilih rusunami di dalam lingkar dalam jakarta adalah harga mati




WAHH… berapaan ya harganya ?? luasnya berapa aja?? ada info lebih lanjut bu ??
waktu itu kita dapet yang tahap 2-Kalibata Regency
note: Kalibata City terdiri dari 3 tahap konstruksi dengan price yang berbeda pula terutama dalam hal peningkatan mutu. nah perbandingan ketiganya seperti ini neh:
Kalibata Residence (Tower A-G) < Kalibata Regency (Tower H,J,K) < Apartemen Green Palace (Tower L,M,N,P,R,S,T)
sekarang kalibata regency n kalibata residence udah sold out mas, tinggal yang green palace. tapi krn green palace lebih ke apartemen ketimbang rusunami, mangkanya cost peningkatan mutunya paling gedhe. artinya harga jualnya jg paling gedhe. rata2 di atas 200jt. plus, tiap posisi dan tiap lantai, beda harga per unitnya